RSS

Nafasku dan Hidupku untukmu, FADBALI

22 Aug

Sebuah surat datang pagi sekali ke sekolah waktu itu, sekitar pukul 8 pagi. Aku bersama teman-teman berada di luar kelas, dikarenakan aku dan teman-teman sedang melaksanakan kegiatan pembersihan. Kemudian sebuah surat datang mengahampiriku, aku yang tidak tahu mengapa dan kenapa, hanya bisa mengangguk saja ketika guruku menyuruhku untuk ikut seleksi Mimbar Anak Bali IV di SMKN 1 Bangli. Aku hanya mengumpulkan berkas seadanya, membuat essay ala kadarnya, tidak jelek, tapi juga tidak bagus. Peserta seleksi Mimbar Anak Bali di kabupaten Bangl cukup banyak pada saat itu, bisa dikatakan 25 peserta, namun antusiasme mereka terhadap anak bisa dikatakan bagus. Yep, seleksi pun dimulai. Para juri seleksi yang kukenal sekarang bernama Kak Meni Purwa, Kak Dayu Ita, dan salah satu perwakilan Klungkung, yaitu Manik Sudewi. Mereka dengan sabar dan telaten menyeleksi ke 25 peserta sampai selesai, maklum, mereka sudah lama berkecimpung di dunia peranakan (bukan bidan). Setelah itu, hasil seleksi diumumkan, dan Puji Tuhan aku masuk seleksi di tingkat Provinsi , dan akan bersama-sama rekan-rekan berusaha untuk menyuarakan hak-hak anak di Mimbar Anak Bali IV.

zzzzzzzzzzzzz, eh ketiduran……

Lanjuuttt. Nah, setibanya di Hotel Dharmawisata, tempat diadakannya seleksi Mimbar Anak Bali IV 2010, saya memasuki aula disana. sudah banyak sekali teman-teman yang tiba, sayapun merasa canggung dan malu berkenalan dengan mereka. Setelah registrasi bersama panitia, saya meletakkan tas saya di kamar tempat saya nantinya beristirahat. Disana sudah terdapat 3 teman sekamar saya, masing-masing berasal dari kabupaten yang berbeda, dari Tabanan, Jembrana, dan Gianyar. Saya memberanikan diri berkenalan dengan mereka, untungnya mereka ramah-ramah. Setelah itu kami pun memasuki aula, dimana Kak Wahyu Adi Raditya sudah menyuruh kami memasuki aula, karena acara akan segera dimulai. Ya sudah, acarapun dimulai dari pagi hingga pukul 11 malam.

Tiga hari bersama teman-teman membuat saya lebih akrab dan tidak canggung lagi untuk berkenalan dengan mereka. Walaupun saya masih malu-malu untuk berkenalan, namun mereka yang sudah confident menghadapi, akan meperkenalkan diri mereka terlebih dahulu.

Sidang komisi, sidang komisi merupakan salah satu wadah anak-anak untuk menyarakan hak-hak anak. Ada 5 komisi, yang pertama pendidikan, kesehatan, partisipasi, perlindungan khusus, dan jaringan. Saya yang hobi internetan masuk ke dalam komisi jaringan, padahal awalnya saya memilih komisi kesehatan. Lanjut sidang komisi, disana saya bertemu teman-teman, sebut saja Wiwin, Adhi, Prabawa, Fita, Gus Bas, dan moderator yang saya kagumi semenjak menginjakan kaki di aula, Kak Maitri Nara Suari. Sosok pendiam tapi cerdas ini berhasil menjadi peraih UN tertinggi Nasional 2011 dan juga Peraih gelar Pemimpin Muda Indonesia 2010, namun siapa sangka pula, sayalah yang setia mendampingi beliau (uhukkkkkuhukkk). Lanjut, di sidang komisi itu, kami berdebat, apa saja permasalahan anak di bidang jaringan. Saya yang memang hobi internet menegeluarkan pendapat yang disetujui oleh teman-teman. Saya beranggapan, fasilitas komunikasi dan informasi masih sangat kurang di negara ini, apalagi untuk menyuarakan hak-hak anak.

sekian, akan ada lanjutan selanjutnya, byyeeeeee ^^

 
Leave a comment

Posted by on August 22, 2011 in Cerita, FADBALI, Sharing, Tokoh

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: